Minggu, 20 Februari 2011

Ekonomi Terpusat

SISTEM EKONOMI TERPUSAT (KOMANDO)

Sistem ini muncul sebagai akibat dari ketidakpuasan atas berbagai kelemahan system ekonomi pasar. Dalam keadaan tertentu system ekonomi pasar malah menimbulkan berbagai keburukan sehingga diperlukan campur tangan pihak lain dalam hal ini pemerintah. Sistem ekonomi ini pertama kali dicetuskan oleh Karl Marx.

Ciri-ciri system ekonomi terpusat :
a. Semua alat dan sumber produksi adalah milik Negara dan dikuasai Negara.
b. Segala kebijaksanaan perekonomian diatur oleh pemerintah.
c. Jenis-jenis pekerjaan dan pembagian kerjanya diatur oleh pemerntah.

Kebaikan system perekonomian terpusat adalah :
a. Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perekonomian.
b. Pemerintah dapat menentukan jenis-jenis industry atau produksi.
c. Pemerintah dapat mengatur distribusi barang-barang produksi.
d. Pemerintah mudah melaksanakan pengendalian dan pengawasan harga.

Keburukan system ekonomi terpusat sebagai berikut :
a. Hak milik seseorang tidak ada kecuali barang-barang yang sudah dibagikan.
b. Potensi, inisiatif dan daya kreasi warga tidak dapat berkembang karena terbelenggu oleh kebijakan pemerintah.
c. Pada kenyataannya pemerintah sulit menghitung semua kebutuhan masyarakat dan besarnya biaya dari kegiatan-kegiatan produksi secara kompleks karena masalah-masalah ekonomi sangat kompleks.


Ekonomi Pasar

SISTEM EKONOMI PASAR (LIBERAL)

System ekonomi pasar dikemukakan oleh Adam Smith yang dimuat dalam bukunya yang berjudul
An Inquiry Into the Nature and Causes of the wealth of Nation.

Ciri system ekonomi pasar adalah sebagai berikut :
a. Setiap individu bebas memiliki barang dan alat-alat produksi.
b. Kegiatan ekonomi di semua sector dilakukan oleh pihak swasta
c. Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi.
d. Modal memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi.
e. Setiap orang diberi kebebasan dalam memakai barang dan jasa
f. Semua kegiatan ekonomi didorong oleh prinsip laba.
g. Berlakunya persaingan secara bebas.

Kebaikan system ekonomi pasar adalah :
a. Adanya persaingan mendorong manusia atau individu untuk terus maju dan bertindak secara efektid dan efisiien.
b. Tiap-tiap individu bebas memilih pekerjaan yang disukai sesuai dengan minat dan bakatnya.
c. Produksi didasarkan atas kebutuhan masyarakat.
d. Kebebasan memilih alat-alat produksi dan modal.

Keburukan system ekonomi pasar adalah :
a. Persaingan dapat menyebabkan terjadinya penindasan dan monopoli.
b. Karena motif memperoleh laba, tiap-tiap individu hanya mementingkan diri sendiri sehingga pemerataan pendapatan sulit dicapai atau tidak merata.
c. Sulit menghindarkan naik turunnya kehidupan ekonomi sehingga krisis ekonomi lebih mungkin sering terjadi.
d. Timbulnya dampak imbasan.

Rabu, 12 Januari 2011

12 January 2011

 Etika dalam Membuat Laporan Keuangan
  
Laporan keuangan adalah dokumen yang mencatat kegiatan keuangan dari seorang individu atau bisnis. Hal ini juga disebut sebagai "rekening" yang berisi semua data keuangan yang disajikan relevan dengan metode baik dipersiapkan dalam format yang sederhana untuk memahami.

Ada empat laporan keuangan dasar:

1. Neraca, yang memiliki informasi mengenai kondisi sekarang perusahaan, termasuk ekuitas pemilik dan aktiva dan kewajiban.
2. Laporan Laba Rugi atau Laba Rugi yang menyediakan informasi mengenai operasi bisnis, termasuk, laba pendapatan perusahaan dan biaya.
3. Pernyataan Laba, yang laporan tentang perubahan saldo laba perusahaan.
4. Laporan Arus Kas, yang meliputi kegiatan-kegiatan perusahaan, khususnya pada pembiayaan, investasi, dan operasi.

Untuk menyiapkan laporan keuangan menyeluruh dan efektif, berikut ini harus dipertimbangkan:
 
a. Kumpulkan semua catatan keuangan yang berisi data tentang kewajiban baru dibayar untuk dan piutang yang belum datang di saat tanggal cut-off laporan Anda. sumber daya lain yang harus disertakan seperti aset properti dan kepemilikan lainnya.
b. Membagi laporan menjadi 2 bagian, satu untuk aktiva dan satu untuk kewajiban. Bagian ini juga bisa dibagi untuk rincian lebih lanjut dan informasi terkait untuk setiap bagian.Setelah menyelesaikan ini dan memasukkan semua informasi penting untuk setiap bagian, mulai membuat perbandingan antara pendapatan dan biaya. Dengan melakukan ini, Anda akan memiliki pandangan yang lebih baik dari apa pendapatan saat bersih Anda adalah dengan dikurangi biaya Anda dari pendapatan yang ada.

Berkaitan jumlah pendapatan yang tersisa untuk tambahan aset perusahaan. Jika hasil akhirnya adalah sosok negatif, ia akan dipotong dari nilai sisa aktiva, sedangkan jika hal itu menunjukkan hasil yang positif, jumlah akan ditambahkan ke nilai aktiva tersebut. Nilai, sekarang umum perusahaan tercermin pada hasil ini.
Akhir setiap bagian tertentu dengan petunjuk yang mungkin memerlukan pertimbangan khusus. Hal ini memberikan Anda kesempatan untuk menemukan cara untuk mengubah hasil negatif dengan yang positif. Memberikan perhatian khusus pada detail yang tidak relevan dengan tujuan perusahaan untuk membekali para manajer dan anggota lain dari perusahaan dengan cara datang dengan pandangan tentang bagaimana untuk memperbaiki situasi perusahaan.
Laporan keuangan tidak hanya digunakan untuk perusahaan bisnis tetapi untuk keperluan lain juga. Meskipun mereka mungkin berbeda dalam metode persiapan, mereka semua dapat memperoleh manfaat melalui sistem terorganisir dari pencatatan informasi keuangan. Dalam kasus laporan keuangan pribadi, individu diperlukan untuk menyajikan laporan ini ketika mengajukan permohonan pinjaman pribadi atau bantuan keuangan. Laporan ini terdiri dari bentuk tunggal yang berisi aset individu dan kewajiban, yang pada gilirannya dibahas oleh organisasi dari mana pinjaman sedang diterapkan untuk. Pemerintah laporan keuangan juga informasi penting yang diperlukan dari suatu instansi tertentu, serta non-profit organisasi-organisasi seperti organisasi-organisasi amal dan asosiasi sukarela. Hal ini penting bagi laporan keuangan yang akan mudah dipahami, relevan, konsisten, dan dapat dibandingkan. Jika laporan Anda berisi semua unsur-unsur ini, maka Anda yakin untuk memiliki alat yang berharga di akurat menilai status keuangan Anda, baik pribadi dan bisnis-bijaksana.

Minggu, 09 Januari 2011

12 January 2011

Etika dalam Membuat Laporan Keuangan
Seorang akuntan harus memiliki akurasi dan kejujuran dalam mengungkapkan segala hal yang terkait
dengan peristiwa/kegiatan yang ia periksa (pelaporannya harus accountable). Seorang akuntan tidak boleh memberi pelaporan yang bertujuan membela kepentingan satu pihak saja (pemakai jasa akuntan, yang membayarnya), tetapi ia juga harus memperhitungkan kepentingan/kebutuhan semua pihak yang menggunakan pelaporannya. Dalam pelaporan informasi keuangan lebih baik disajikan menurut standar etik akuntansi atau dengan perkataan lain dalam kegiatan akuntansi berlaku nilai-nilai akuntansi:

a.  Ketelitian (dalam pemeriksaan)
b.  Kejujuran dan akurasi (dalam pelaporan)
c.  Kepentingan semua pihak

Ketiga hal diatas disebut sebagai nilai yang berlaku dalam akuntansi, sebab ketiganya bermakna dan berperan besar mendukung seorang akuntan yang dapat menghasilkan apa yang seharusnya/wajib dilakukan oleh seorang akuntan. Menurut pendidikan etika, etika selalu memperhitungkan situasi konkrit yang ada. Dalam banyak kasus riil, etika memungkinkan pilihan tindakkan yang tidak sepenuhnya baik/benar, tetapi tentu saja tidak boleh yang jahat/salah. Kita terkadang bingung jika kita bekerja pada sebuah perusahaan yang akan bangkrut dimana pajak yang harus dibayarkan ternyata cukup tinggi serta banyak karyawan akan di phk (putus hubungan kerja) apabila seorang akuntan diperintah untuk melakukan pelaporan keuangan palsu, dan menginformasikan kepada pemegang saham bahwa kondisi keuangan perusahaan baik-baik saja serta dapat memberikan pengembalian deviden yang cukup untuk pemegang saham, apakah kita setuju untuk melakukan hal tersebut. Mungkin kita dapat berpikir apakah keputusan yang kita ambil dari segi etik/moral dapat dipertanggungjawabkan, jika kita mempunyai prinsip dan lebih mengarah ke yang benar serta standar kode etik dapat dipegang bahwa kita tidak boleh melakukan hal tersebut lebih baik jangan melakukan perbuatan tersebut, sebaiknya kita mengundurkan diri saja dan mencari pekerjaan yang lain, yang menurut kita pekerjaan yang lebih baik serta tidak menuntut kita untuk melakukan perbuatan yang tidak kita inginkan.

Kamis, 30 Desember 2010

Pengaruh Teknologi dalam Menciptakan Bisnis


Teknologi dewasa ini berkembang begitu pesat dan beragam. Keberadaannya  kini telah memasuki berbagai aspek kehidupan. Teknoogi menawarkan kehidupan yang lebih mudah, efisien, dan nyaman. Kini hampir tidak ada satupun area kehidupan yang tak mamanfaatkan teknologi mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks. Teknologi memiliki area yang amat luas sehingga tidak mudah untuk dikategorikan secara spesifik. Sukanto Reksohadiprodjo (1992) menjelaskan pada hakikatnya, perubahan teknologi dapat dikelompokkan dalam 4 bidang, meliputi:
1.Bidang komputer
2.Bidang transportasi dan Komunikasi
3.Bidang energi dan sumber daya alam
4.Bidang proses produksi baru
Perkembangan teknologi di bidang komputer turut mempengaruhi kinerja intern perusahaan, terutama di bidang administrasi. Sitem database dapat dengan mudah mengklasifikasi data perusahaan secara detail dan akurat. Bahkan sistem ini juga dapat dimanfaatkan untuk absensi pegawai. Pada umumnya, sistem database mengambil peran penting dalam pendataan inventaris perusahaan. Kecanggihan komputer yang semula dikhawatirkan akan menambah jumlah pengangguran kini malah berlaku sebaliknya, yakni menambah kesempatan kerja. Hampir semua perusahaan besar kini butuh ahli komputer di bidang pendataan, informatika (pemrograman), serta tentunya teknisi komputer. Ini dikarenakan pentingnya keberadaan sumber daya teknologi yang menopang aktivitas perusahaan. Kemampuan komputer mangatasi soal-soal kompleks saat ini tidak bisa disangkal lagi amat membantu kinerja pegawai perusahaan. Pengolahan berbagai variabel yang akan mamakan waktu lama jika diselesaikan secara manual kini akan menjadi amat mudah dan cepat dengan komputer. Apalagi ditunjang kemajuan berbagai aplikasi analisa yang amat beragam. Banyak pilihan bagi perusahaan untuk menggunakan aplikasi mana yang cocok untuk kebutuhan perusahaan. Penyimpanan dan back up yang mudah juga menjadi nilai plus komputer. Kini tidak perlu lagi khawatir data hilang asal komputer tidak error. Kemajuan teknologi di bidang transportasi turut memudahkan perpindahan arus barang bagi sebuah perusahaan. Berbagai pelayanan kiki tersedia baik ddari jalur darat, laut, dan yang paling express yakni jalur udara. Anggaran transportasi kini menjadi salah satu hal yang paling diperhitungkan mengingat konsekuensi antara dana dan kecepatan yang kini semakin setara. Transportasi darat memiliki kelebihan berupa dana yang lebih murah. Transportasi laut memungkinkan pelayanan antarpulau dan kapasitas dalam jumlah besar. Transportasi udara yang kini menjadi primadona memiliki banyak kelabihan, antara lain fleksibilitas dan kecepatan, tapi tidak untuk besarnya kapasitas angkut dan biaya. Komunikasi menjadi bidang yang paling banyak diperbincangkan. Kemudahan akses akibat meluasnya jaringan internet telah menggeser keberadaan alat-alat seperti faksimile, telegram, atau pos. Fasilitas e-mail yang mudah, murah, dan menyenangkan dengan berbagai fitur menarik kini menjadi pilihan utama. Internet juga menjadi senjata ampuh untuk pemasaran, mengingat konsumsi publik yang semakin lama terus meningkat terhadap internet. Adanya jejaring-jejaring juga membantu mempermudah komunikasi baik antarkaryawan maupun jajaran direksi. Hubungan-hubungan informal kini dirasa lebih dibutuhkan karena dinilai lebih mempunyai efek untuk mempererat hubungan. Selain internet, TV dan radio tetap menjadi fokus konsumsi publik terbesar yang dimanfaatkan perusahaan terutama dan beriklan. Program TV yang makin beragam dan bermutu kini juga bisa disisipi kepentingan-kepentingan oleh pihak tertentu. Misalnya, acara otomotif yang digagas oleh perusahaan transportasi kini telah banyak menghiasi layar kaca. Menurut Sukanto Reksohadiprodjo (1992), usaha-usaha untuk mempertahankan keseimbangan anara penggunaan serta tersedianya sumber daya dalam menghadapi berbagai persoalan yang sifatnya teknis dan ekonomis. Kemungkinan saling mengganti antara sumber-sumber yang satu dengan yang lain sejatinya amat terbatas, namun perkembangan teknologi memungkin hal itu, walau terkadang dibutuhkan biaya yang amat tinggi. Satu hal yang dikhawatirkan dari pemanfaatan teknologi yang berlebihan adalah pencemaran lingkungan. Tak bisa dipungkiri, alat-alat teknologi lebih banyak berbahan anorganik (kimia) daripada bahan alami (organik). Emisi karbon juga amat besar, terutama pada alat-alat canggih seperti komputer, kendaraan bermotor, dan Pendingin Ruangan. Sehingga kini para ilmuan mulai mencari solusi untuk penggunaan teknologi ramah lingkungan yang digagas perusahaan-perusahaan maju, terutama dari jepang.

Pengaruh Teknologi dalam Menciptakan Bisnis

Peran dan dampak teknologi di bidang pemasaran

Teknologi Informasi sebagai tulang punggung manajemen supply chain, konsep manajemen supply chain tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi informasi (TI). Konsep menajemen supply chain memperlihatkan adanya proses ketergantungan antara berbagai perusahaan yang terkait di dalam sebuah system bisnis. Semakin banyak perusahaan yang terlibat dalam rantai tersebut, akan semakin kompleks strategi pengelolaan yang perlu dibangun. Dalam konteks bisnis, internet membawa dampak transpormasional yang menciptakan paradigma baru dalam berbisnis, berupa digital marketing atau internet marketing (cyber marketing, electronic marketing). Istilah internetisasi mengacu pada proses sebuah perusahaan terlibat dalam aktivitas-aktivitas bisnis secara elektronik (e-commerce atau e-bisnis), khususnya dengan memanfaatkan internet sebagai media, pasar, maupun infrastruktur penunjang. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Dengan teknologi informasi yang terkoneksi dengan jaringan internet global memberikan peluang dalam pemasaran produk atau jasa, dengan jaringan internet dan fitur web yang menarik merupakan salah satu alat promosi yang baik dan lebih murah terutama dalam bisnis jasa. Dalam konsep Good Governance dimana terdapat kesetaraan peran antara pemerintah, masyarakat dan swasta, mau tidak mau pemerintahpun harus menguasai dan mengembangkan teknologi informasi yang populer sekarang dengan sebutan E-Goverment. Pada prinsipnya peran teknologi dalam pemasaran adalah sebagai alat untuk mempermudah proses, dibalik itu tetap sumberdaya manusia dan strategi pemasaran memegang kunci utama.
Teknologi dalam pemasaran punya peran penting untuk meningkatkan eksistensi sebuah perusahaan atau suatu badan usaha. Pemasaran pada zaman sekarang ini, jika tidak ditunjang dengan adanya perkembangan teknologi yang maju tidak mungkin dapat dipasarkan secara maksimal. Peranan teknologi dalam pemasran yakni menunjang kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, serta kaitannya dengan mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa kepada kelompok pembeli. Sehingga pemasaran  barang dan jasa dapat berjalan secara maksimal.

Dampak Teknologi Di Bidang Pemasaran
Suatu perkembangan teknologi dapat memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Namun, di sisi lain juga memiliki dampak dalam kehidupan manusia. Terutama kaitannya di bidang pemasaran yang terjadi dalam proses jual beli di suatu perusahaan atau badan usaha untuk mempromosikan produknya. Dampak dari teknologi di bidang pemasaran dapat berupa dampak positif atau yang membawa kemajuan, tetapi juga dapat berupa dampak negatif atau yang membuat kemunduran.
Salah satu dampak positif dari teknologi dalam kehidupan manusia, terutama di bidang pemasaran yakni proses penyampaian informasi secara cepat. Jika zaman dulu, dalam memasarkan produk harus menunggu beberapa minggu atau beberapa bulan baru tersampaikan. Tetapi, pada zaman sekarang ini, dengan kemajuan teknologi informasi para penjual maupun pembeli tidak perlu menunggu lama-lama untuk dapat melihat produk. Karena dapat diakses melalui sebuah jaringan internet maupun situs – situs terkait.
Dampak positif yang lain dari perkembangan teknologi adalah proses transaksi yang dapat berlangsung secara cepat. Tidak perlu antri lama – lama di kmtor pos untuk mengirim maupun mengambil uang. Adanya fasilitas ATM (Anjungan Tunai Mandiri) adalah salah satu sarana penunjang dalam sebuah kelancaran pemasaran barang dan jasa. Pengenalan produk barang dan jasa suatu perusahaan maupun badan usaha melalui media periklanan, baik itu media elektronik maupun media cetak. Seperti televisi, pemasangan iklan lewat internet yang saat ini banyak beredar. Dan media cetak seperti koran, majalah, buletin. Merupakan bukti adanya dampak yang berpengaruh baik atau positif bagi teknologi yakni dibidang pemasaran. Perkembangan teknologi yang terus berkembang membuat massyarakat dalam menjalankan kehidupannya menjadi semakin maju dan tidak gagap teknologi. Artinya dapat mengikuti perubahan zaman yang terjadi yang ditandai dengan adanya perubahan dan pengembangan teknologi yang berproses secara bertahap.
Dampak negatif atau dampak yang kurang baik bagi teknologi dibidang pemasaran salah satunya adalah adanya kesenjangan sosial. Dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi dan ketidaksamaan pemerataan peranan teknologi sangat besar, karena perkembangan teknologi berkaitan erat dengan stratifikasi sosial. Dalam hal ini surplus ekonomi dalam kaitannya dengan pemasaran dianggap berkaitan erat dengan perkembangan teknologi. Dengan demikian maka, penetapan teknologi rendah maupun teknologi tinggi sangat berdampak terhadap kesenjangan sosial.
Dampak negatif yang lainnya adalah dibidang sosial ekonomi teknologi.  Dalam hal ini, teknologi mungkin memiliki wajah yang revolusioner. Meskipun banyak pendapat mengenai peran teknologi dalam masyarakat, namun satu hal yang pokok bahwa teknologi merupakan salah satu faktor yang dapat mengubah tatanan suatu masyarakat sehingga memiliki wajah yang lain sama sekali. Dikatakan demikian karena dulu ketika ditemukan teknologi peleburan besicangkul, dan baju, lahirlah revolusi pertama dalam sejarah manusia, yaitu pertanian. Dan ketika mesin uap ditemukan dan kemudian menjadi motor penggerak mesin-mesin di pabrik, lagi-lagi teknologi menjadi salah satu faktor terjadinya revolusi industri.
Namun dari segi-segi tertentu, teknologi telah membuat  perubahan bentuk maupun kapasitas  sehingga menghilangkan ciri khas personal dalam sebuah produk. Dampak sosial teknologi jauh sekali terasa bila melalui proses alih teknologi. Penggunaan sebuah teknologi baru (yang belum tentu sesuai dengan karakter lokal) menuntut penyesuaian struktur sosial budaya dengan cepat. Akibatnya, masyarakat tersebut akan mengalami suatu kondisi kritis yang dapat berujung pada sebuah kelompok atau kesatuan baru, mungkin malah terjadi perselisihan atau perpecahan. Kenyataan menunjukkan bahwa kepentingan ekonomi dan politik sangat mempengaruhi penerimaan alih teknologi, termasuk di dalamnya kepentingan ekonomi dan praktek dari negara pengalih teknologi.

Rabu, 29 Desember 2010

Karakteristik Asing Mempengaruhi Bisnis Internasional

Perdagangan luar negeri pada era globalisasi sekarang ini merupakan suatu keharusan yang tidak dapat dihindari oleh suatu negara, karena tanpa itu suatu negara tidak akan mampu untuk dapat bertahan. Perdagangan luar negeri merupakan suatu sarana dan stimulator penting bagi pertumbuhan ekonomi, yaitu: memperbesar kemampuan konsumsi suatu negara, meningkatkan output dunia dan memberikan jalan bagi pasaran produk-produk seluruh dunia, yang tanpa melalui perdagangan tidak akan mungkin dapat bagi negara-negara miskin untuk berkembang.
Peranan perdagangan luar negeri dalam proses pembangunan ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung adalah dapat meningkatkan pendapatan, membuka kesempatan kerja, meningkatkan penghasilan devisa, mentransfer modal dan teknologi dari luar negeri, dan dapat mengembangkan industri baru didalam negeri atau usaha industrialisasi (Muchtar et al,1992). Disamping itu, perdagangan luar negeri juga menyebabkan terjadinya perubahan dari beberapa variabel dalam sektor ekonomi yang akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi negara tersebut (Masrizal, 1993).
Salah satu bentuk perdagangan luar negeri tersebut adalah ekspor, dimana ekspor memainkan peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi, terutama bagi negara-negara berkembang. Industri ekspor merupakan sektor yang menjadi landasan bagi perkembangan produktifitas, kemudian produktifitas ini berangsur-angsur menjalar keseluruh sektor ekonomi.
Perkembangan ekspor ini menjadi bagian utama dari substansi 2 perspektif ekonomi yakni, perspektif ekonomi makro, dimana kegiatan ekspor memungkinkan ekonomi nasional menjadi lebih baik untuk memperbesar cadangan valuta asing, menyediakan lapangan kerja, menciptakan backward dan forward linkages, dan akhirnya mencapai sebuah standar hidup yang lebih tinggi (Czinkota, Rivoli, Ronkainen,1992). Sedangkan dari perspektif mikro, kegiatan ekspor dapat memberikan sebuah competitive advantage bagi perusahaan individual, meningkatkan posisi financial perusahaan, meningkatkan kegunaan kapasitas, dan menaikkan standar teknologi (Terpstra dan Sarathy,1994).
Dalam melakukan kegiatan ekspor ini, suatu perusahaan dapat melakukan transfer barang dan jasa melewati batas-batas negara dimanapun yang merupakan tujuan dari ekspor perusahaan tersebut. Kegiatan ekspor juga mempertimbangkan persoalan pasar luar negeri, terutama diantaranya perusahaan kecil dan menengah, yang akan mengurangi resiko bisnis, dimana komitmen terhadap sumber daya yang sedikit dan tingginya fleksibilitas aksi yang ditawarkan (Young et al, dalam Leonidou, 1996).
Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi perusahaan ekspor di Sumatera Barat selama ini dalam mendorong perdagangan ekspornya.
Perdagangan internasional adalah kegiatan perdagangan barang-barang dan jasa, yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain. Perdagangan luar negeri timbul karena pada hakekatnya tidak ada satupun negara didunia ini yang dapat menghasilkan semua barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduknya (Deliarnov,1995).
Teori Keunggulan Absolut (Keunggulan Mutlak) dari Adam Smith mengemukakan bahwa setiap negara akan melakukan spesialisasi terhadap dan ekspor suatu jenis barang tertentu, dimana negara tersebut memiliki keunggulan absolute (absolute advantage), dimana tidak memproduksinya lebih efisien dibandingkan negara lain. Teori ini menekankan efisiensi dalam penggunaan inputnya, misalnya tenaga kerja, didalam proses produksi sangat menentukan keunggulan atau tingkat daya saingnya. Tingkat daya saing ini diukur berdasarkan nilai tenaga kerja yang sifatnya homogen (Boediono,1994).
Menurut Teori Keunggulan Komparatif dari Mill (dalam Boediono, 1994) beranggapan bahwa suatu negara akan mengkhususkan diri pada ekspor barang tertentu bila negara tersebut memiliki keunggulan komparatif (comparative advantage) terbesar, dan akan mengkhususkan diri pada impor barang bila negara tersebut memiliki kerugian komparatif (comparative disadvantage). Teori ini pada dasarnya menyatakan bahwa nilai suatu barang ditentukan oleh banyaknya tenaga kerja yang dicurahkan untuk memproduksi barang tersebut. Makin banyak yang dicurahkan untuk memproduksi suatu barang, makin mahal barang tersebut (Nopirin, 1991).
Sedangkan teori modern tentang perdagangan internasional menurut Hecksher dan Ohlin adalah faktor proporsi menyatakan bahwa perbedaan dalam opportunity cost suatu negara dengan negara lain karena adanya perbedaan faktor produksi yang dimilikinya (Boediono.1994). Teori ini menyatakan bahwa suatu negara akan mengekspor barang-barang yang lebih intensif dalam faktor-faktor yang berlebih. Oleh karena itu, teori ini menekankan peranan yang saling berkaitan antara bagian-bagian dimana faktor-faktor yang berbeda dalam produksi dapat diperoleh diberbagai negara dan proporsi-proporsi dimana mereka dipergunakan dalam memproduksi berbagai macam-macam barang (Hadis,1996).
Kemudian teori Hecksher-Ohlin ini disempurnakan oleh Samuelson yang banyak mempopulerkan dan mengembangkan teori ini. Sehingga lebih dikenal dengan teori perdagangan modern Hecksher-Ohlin-Samuelson (H-O-S). Teori ini menyatakan bahwa suatu negara akan mengekspor barang yang menggunakan faktor produksi yang relatif berlimpah secara intensif, dan mengimpor barang yang menggunakan faktor produksi secara intensif dimana barang tersebut relatif langka. Berdasarkan teori ini suatu negara akan mendapatkan manfaat dari perdagangan internasional yaitu meningkatnya kesejahteraan (welfare) penduduknya (Bachtiar,1990).
Sedangkan Porter (dalam Simamora, 2000) mengemukakan tesis bakunya yang dikenal dengan “Berlian Porter” bahwa terdapat empat atribut dari sebuah negara yang membentuk lingkungan dimana didalamnya perusahan-perusahaan lokal bersaing.
Karakteristik perusahaan lebih mudah dikontrol oleh pihak manajemen perusahaan dibandingkan dengan faktor lingkungan. Karakteristik perusahaan akan menentukan keunggulan komparatif perusahaan. Karakteristik perusahaan terdiri dari ukuran perusahaan, pengalaman ekspor, kemampuan dalam perdagangan internasaional, hal ini akan mempengaruhi kinerja ekspor perusahaan tersebut. Hasil studi menunjukan bahwa kinerja ekspor yang tinggi sangat dipengaruhi oleh karakteristik perusahaan (Baldauf et al. 2000).
Motif dari pihak manajemen sangat mempengaruhi kinerja ekspor suatu perusahaan. Motif manajemen ini terdiri dari dua bagian, yaitu motif proaktif dan motif reaktif. Motif proaktif adalah rangsangan keterlibatan dalam aktivitas perdagangan internasional, hal ini disebabkan oleh besarnya permintaan terhadap produk ekspor di negara – negara industri. Biasanya produk yang diekspor merupakan komoditi primer
Sedangkan motif reaktif adalah usaha perusahaan dalam merespon perubahan lingkungan, misalnya laba, kekhasan produk, pajak dan biaya produksi (Baldauf, et al, 2000). Motif ini lebih dilandasi oleh kelebihan produksi perusahaan dimana melakukan perdagangan ekspor disebabkan oleh telah terpenuhinya pasar domestik. Menurut Pavord dan Bogard (Schlegelmilch,et al, 1988) menyimpulkan bahwa motif dasar untuk mengekspor adalah telah dipenuhinya pasar domestik dan menghasilkan perhatian manajer senior mengenai penurunan penjualan domestik. Sedangkan Simpson (Schlegelmilch,et al, 1988) menemukan bahwa tindakan melakukan ekspor merupakan sebagai alat untuk meningkatkan keuntungan ketika terjadinya permintaan domestik mengalami penurunan.
Adapun yang menjadi fokus dari kajian ini dilihat dari dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor ekternal terdiri dari kebijaksanaan pemerintah, sosial budaya, dan politik. Sedangkan dari faktor internal terdiri dari ukuran perusahaan, pengalaman ekspor, motif proaktif, motif reaktif dan strategi efisiensi biaya. Kedua faktor ini merupakan independent dari penelitian ini. Untuk dependent variabelnya adalah kinerja perusahaan .
Keterkaitan antara faktor eksternal dan faktor internal perusahaan mempengaruhi kinerja ekspor yang terdapat di Sumatera Barat. Dari semua variabel dari faktor eksternal dan internal ini, perusahaan di Sumatera Barat dapat mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kinerjanya selama ini.
Adapun yang menjadi fokus dari kajian ini dilihat dari dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor ekternal terdiri dari kebijaksanaan pemerintah, sosial budaya, dan politik. Sedangkan dari faktor internal terdiri dari ukuran perusahaan, pengalaman ekspor, motif proaktif, motif reaktif dan strategi efisiensi biaya. Kedua faktor ini merupakan independent dari penelitian ini. Untuk dependent variabelnya adalah kinerja perusahaan .